Artikel


Perubahan Mindset, Prasyarat Keberhasilan Kurikulum 2013


Perubahan Mindset, Prasyarat Keberhasilan Kurikulum 2013

Oleh: Drs. Firmansyah, M.T.

Salah satu prinsip pembelajaran dalam kurikulum 2013 adalah “dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu” (permendikbud 65/2013). Kalimat ini mudah diucapkan tetapi pelaksanaannya sungguh tidak mudah. Proses siswa mencari tahu itu perlu diorganisasikan dan difasilitasi oleh guru, sehingga skenario pembelajaran di kelas harus dipersiapkan dengan baik agar waktu yang terbatas bisa diefektifkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebenarnya bukan hanya kurikulum 2013 yang menuntut pembelajaran berpusat pada siswa, pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan) sebagai penyempurnaan dari kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi beserta model pembelajaran Inquiry/Discovery, Problem based, dan Project based learning sudah dikenal pada kurikulum sebelumnya. Fakta menunjukkan, sampai di penghujung tahun pelaksanaan kurikulum 2006 implementasinya di kelas perlu dipertanyakan. Banyak faktor sebagai penyebab, tetapi akar masalahnya adalah belum adanya perubahan mindset dari guru sebagai ujung tombak pelaksana kurikulum.

Guru tidak dapat sepenuhnya disalahkan, selain belum semua guru mendapatkan pelatihan kurikulum, pelatihan yang sudah dilaksanakan pun belum mampu merubah mindset guru, bukan hanya banyak fasilitator tidak mampu menyampaikan esensi (ruh) kurikulum baru ini, pelaksanaan pelatihan pun kerap tidak sesuai program dan agenda yang sudah direncanakan, jadwal dipadatkan, tugas-tugas selama pelatihan tidak dikontrol kualitasnya dan ditagih sebagaimana mestinya, sehingga setelah mengikuti pelatihan, tidak ada perubahan pada proses pembelajaran yang dilakukan guru di kelas. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan sarana/prasarana pendukung pembelajaran, masih banyak sekolah belum mendapatkan buku pegangan siswa dan guru,  sampai hari ini belum ada buku wajib mata pelajaran kelompok peminatan, pada saat yang sama guru tidak dibenarkan mewajibkan siswa membeli buku, buku wajib yang ada sulit difahami siswa baik dari segi bahasa maupun sistematika penyajian, minim soal latihan sementara soal-soal yang ada tingkat kesulitannya tinggi, buku-buku refferensi di perpustakaan sangat terbatas, banyak sekolah belum dapat menyediakan akses internet bagi siswa di sekolah sehingga prinsip belajar berbasis aneka sumber dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi masih jauh dari harapan, pembelajaran tetap berpusat pada guru dan guru tetap menjadi satu-satunya sumber belajar. Apabila kondisi ini tidak segera dibenahi, kegagalan kurikulum 2006 nampaknya akan terulang pada kurikulum 2013.

Perubahan paradigma pada kurikulum 2013 yang sangat menekankan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, kreativitas dan kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik menuntut dilaksanakannya penilaian autentik, penilaian tidak terbatas  hanya pada paper and pencil test seperti selama ini, penilaian harus berbasis pada kompetensi yang dapat ditunjukkan siswa secara real di kelas maupun di luar kelas yang mencakup keseluruhan proses dan hasil pembelajaran pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Tanpa komitmen yang kuat dari guru, dengan beban mengajar minimal 24 jam/minggu, nampaknya sulit untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hal ini semakin memperkuat resistensi guru terhadap kurikulum 2013.

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini memang memaksa guru melaksanakan pembelajaran berorientasi pada materi ajar dan kurang berorientasi pada proses, penilaian hanya pada aspek pengetahuan kurang memperhatikan aspek keterampilan dan sikap, lulus ujian nasional (UN) menjadi target utama yang mengakibatkan guru hanya mengejar target-target jangka pendek dalam pembelajaran, baik target materi yang harus disampaikan maupun target nilai yang harus dicapai. Lagi-lagi guru tidak dapat sepenuhnya disalahkan, karena sekalipun kelulusan diserahkan pada sekolah, kenyataannya nilai UN yang dominan penentu kelulusan siswa.

Penerapan Kurikulum 2013 yang terkesan tergesa-gesa dan dipaksakan perlu dibarengi dengan perubahan mindset dari semua pihak yang terkait. Guru, kepala sekolah dan semua stakeholder harus memahami rasional dan tujuan kurikulum itu sendiri. Tujuan kurikulum 2013 yaitu  “mempersiapkan manusia Indonesia yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif  serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat...” perlu ditindak lanjuti dengan adanya reformasi pembelajaran di kelas, guru sebagai ujung tombak pelaksana kurikulum harus memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan tugas profesinya. Pembelajaran di kelas mestinya dilandasi visi jangka panjang kedepan sesuai tujuan kurikulum itu sendiri. Bonus demografi, yaitu melimpahnya sumber daya manusia (SDM) usia produktif  yang dihadapi bangsa Indonesia kedepan harus menjadi modal pembangunan, kurikulum harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan tersebut.

Kebijakan implementasi kurikulum 2013 perlu diikuti dengan pelatihan guru yang bermutu, pengadaan sarana dan prasarana yang memadai, penguatan pada manajemen sekolah dan kebijakan sistem pendidikan yang mendukung keberhasilannya. Reformasi pada UN kedepan menjadi penting, pemerintah hendaknya menyadari bahwa pelaksanaan UN selama ini menimbulkan dampak-dampak negatif yaitu kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif dan lunturnya nilai-nilai kejujuran dikalangan siswa dan guru. Kelulusan peserta didik serahkan sepenuhnya kepada satuan pendidikan, hasil UN dijadikan data untuk pemetaan yang kemudian ditindak lanjuti dengan perbaikan dan pemerataan mutu. Tanpa adanya perubahan mindset dari semua pihak termasuk pemerintah, kurikulum 2013 yang digadang-gadang sebagai kurikulum terbaik saat ini yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan abad 21 tidak akan berarti banyak bagi peningkatan mutu SDM bangsa Indonesia kedepan. (Subang, Sept-2014. Drs. Firmansyah, M.T. - Guru SMAN 1 Subang, Kab. Subang).


Pengirim : Drs. Firmansyah, M.T.
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :

Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas

Komentar :

mens health care <a href=""> https://forums.dieviete.lv/profils/127605/forum/ </a> black hair remedies

https://infokalengkaleng.blogspot.com - Blog Informasi Seputar penggunaan aplikasi Android yang bermanfaat untuk digunakan sehari-hari

<p>Banyak pula opsi provider situs <a href="https://dinarek.unsoed.ac.id/jurnal/files/journals/1/articles/956/submission/original/956-2317-1-SM.html/">slot gacor 2022</a> kerap kasih jackpot di rajabos yang sanggup kalian mainkan bersama dengan dan bonus jackpot slot online sanggup kalian miliki bersama dengan Gampang. Buat kalian para pengagum slot gacor jackpot besar sanggup segera kesini manfaat memenangkan tidak sedikit sekali duit bersama dengan hanya deposit sebesar sebesar 5000 rupiah saja. Ada banyak bonus dan promosi di rajabos yang sanggup kalian miliki sementara join bersama dengan situs judi slot online gampang menang, satu diantara yang lain</p>


   Kembali ke Atas